Yovania Asyifa Sempat Dijauhi Teman oleh sebab itu Idap Gangguan Bipolar

Yovania Asyifa Sempat Dijauhi Teman oleh sebab itu Idap Gangguan Bipolar

Riwayat gangguan memproduksi Yovania Asyifa Jami dijauhi. Psikolog menilai, pengalaman Yovania mampu jadi gambaran rakyat dalam merespons hambatan kesehatan mental.

Yovania atau akrab disapa Yova didiagnosis gangguan bipolar pada 2018 lalu. Rangkaian perawatan lalu pemulihan membuatnya absen dari sekolah menengah atas selama tiga bulan. Setelah kembali sekolah, semua terasa berbeda.

“Dijauhi teman, awalnya dekat padahal. Tapi aku dapat pelajaran. Aku ketemu teman yang tersebut dimaksud lebih lanjut besar baik. Walau sempat dijauhi, tapi dapat sahabat yang digunakan digunakan masih kontak sampai sekarang. Masih mampu hidup selayaknya remaja pada umumnya,” kata Yova saat berbagi dalam diskusi Secret at Newsroom: Tiba-tiba Sadar Mental Health, Jumat (20/10).

Dalam kesempatan serupa, psikolog Mira Amir melihat bahwa pengalaman Yova bisa saja semata jadi merupakan gambaran umum dalam merespons permasalahan kesehatan mental.

Menurut dia, sikap menjauh dari orang dengan kesulitan kesehatan mental muncul sebab masih ada stigma atau mispersepsi seputar kesehatan mental. Anggapannya, kondisi gangguan mental mampu menular.

“Kedua, dapat jadi pada kondisi remaja, mereka itu sendiri juga lagi berusaha mengatasi permasalahan internal sendiri. Mereka bergumul, menyiasati, mencari jalan keluar sendiri,” katanya.

Usia remaja cukup akrab dengan mood swing atau mood yang digunakan mana berubah-ubah berhubungan dengan kondisi hormon yang mana fluktuatif. Sikap menjauh dari teman dengan riwayat permasalahan kesehatan mental mampu terjadi akibat merekan masih bingung kemudian kewalahan dengan dirinya sendiri.

Kendati demikian, masih ada pemikiran bahwa orang dengan gangguan kesehatan mental tiada mampu sembuh serta kambuhan. Menjauh pun dianggap sebagai keputusan aman.

Hanya saja, Mira mengingatkan bahwa kesehatan mental identik halnya seperti kesehatan fisik. Adakah seseorang yang dimaksud yang disebut pilek atau demam cuma sekali seumur hidup?

“Kenapa bisa saja cuma sakit? Karena memang kondisi fisik turun. Banyak faktor termasuk perubahan cuaca. Mental health juga gitu. Jadi dari kami, tenaga profesional, buat yang rentan mengalami gangguan, kami beri rambu, perhatikan gizinya, rutin olahraga, tidur cukup, itu sanggup digunakan sebagai bumper agar jangan sampai kondisi mental anjlok,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *