Carlos Slim Helu, Keturunan Lebanon Punya Harta Rp1.376 T pada Meksiko

Carlos Slim Helu, Keturunan Lebanon Punya Harta Rp1.376 T pada Meksiko

 adalah  di  lalu salah satu konglomerat papan atas dunia. Kekayaannya sebagian besar berasal dari Group Carso, termasuk di dalam dalam dalamnya perusahaan jaringan telepon seluler terbesar pada Amerika Latin, America Movil.

Berdasarkan catatan Forbes, per Sabtu (21/10), total harta Slim mencapai US$86,7 miliar atau sekitar Rp1.376,68 triliun (asumsi kurs Rp15.878 per dolar AS). Tumpukan harta itu memproduksi Slim duduk dalam peringkat ke-13 orang terkaya di dalam area dunia versi data real time Forbes.

Dilansir berbagai sumber, salah satunya Britannica, Slim lahir pada dalam Mexico City pada 28 Januari 1940. Ayahnya, Julian Slim Haddad Aglamaz, adalah individu warga keturunan Lebanon yang dimaksud itu sukses pada dalam kegiatan usaha real estat pada era Revolusi Meksiko 1910-1920.

Sejak kecil, Slim memiliki ketertarikan pada dunia bisnis. Beruntung, sang ayah kerap mengajarkannya mengenai cara mengelola perusahaan secara sederhana, akuntansi dasar, lalu cara membaca laporan keuangan sederhana.

Dilansir Forbes, waktu kecil, ia mendapat uang saku sebesar 5 peso setiap hari . Ia wajib mencatat setiap pemasukan kemudian pengeluaran uang tersebut.

Sang ayah selalu mengingatkan perihal pentingnya mencatat setiap pengeluaran dengan cermat, termasuk saat ia pertama kali membeli obligasi pada usia 11 tahun juga saham pada usia 12 tahun kala itu.

Ia mengambil jurusan teknik saat kuliah pada tempat National Autonomous University of Mexico. Setelah lulus, pada pertengahan 1960, dia disebut mempunyai kekayaan bersih sebesar US$400 ribu. Kekayaannya itu dia gunakan untuk mendirikan perusahaan pialang, perusahaan real estate, perusahaan konstruksi, serta pabrik pembotolan soda selama periode 1965 serta juga 1966.

Pada 1976, Slim membeli 60 persen saham Galas de México, sebuah percetakan kecil label bungkus rokok, seharga US$1 juta. Perusahaan ini yang tersebut dimaksud menjadi cikal akan datang Group Carso.

Slim kemudian mengakuisisi saham mayoritas Cigarros la Tabacelera Mexicana (Cigatam), produsen lalu pemasar rokok terbesar kedua dalam tempat Meksiko, pada 1981.

Slim menyandang gelar miliarder setelah krisis kegiatan sektor ekonomi Meksiko pada 1982. Kala itu, pemerintah Meksiko yang digunakan gagal membayar utang luar negeri akibat devaluasi peso, mulai menasionalisasi bank juga menyebabkan penanam modal khawatir.

Setelah membeli dengan nilai hemat untuk mengendalikan kepentingan di dalam tempat berbagai perusahaan, Slim berhasil mengelolanya dengan sangat efektif sehingga dalam kurun waktu satu dekade nilai agregatnya melonjak.

Beberapa perusahaan yang tersebut yang dibeli Slim kala itu di dalam tempat antaranya Empresas Frisco seharga US$50 juta, Industrias Nacobre, lalu Sanborn Hermanos.

Pada era 90-an, Grupo Carso memperluas kepemilikannya tambahan sangat sangat serta mengambil alih pengelolaan Teléfonos de México (Telmex) yang mana diprivatisasi serta juga memonopoli telepon nasional. Pada 2001, ia memisahkan lini bidang usaha telepon seluler, América Móvil, dari Telmex.

Pada 1997, konglomerasi itu juga merambah industri pusat perbelanjaan dengan membeli jaringan Sears Roebuck de Mexico.

Slim sudah membawa Group Carso melantai pada papan bursa Meksiko sejak 1990. Sekitar 60 hingga 79 persen saham perusahaan dimiliki oleh Slim dan juga juga keluarga dekatnya, termasuk istri juga juga keenam anaknya.

Tak hanya sekali belaka itu, Slim juga mendirikan grup usaha keuangan yang dimaksud mana berhasil tumbuh menjadi yang dimaksud yang disebut terbesar keempat dalam tempat Meksico, Groupo Financiero Inbursa.

Meski sebagian besar langkah akuisisi yang digunakan itu diambil Slim berbuah manis, Slim juga pernah menghasilkan kesalahan keputusan bisnis.

Misalnya, saat Slim mengakuisisi perusahaan komoditas kemudian layanan elektronik CompUSA yang mana yang sedang sakit pada 2000. Setelah menyadari bahwa dia salah menilai kemampuannya untuk mengubah perusahaan, Slim memutuskan menjualnya pada 2007.

Kendati sukses, Slim juga menuai banyak kritik. Sama seperti dengan pengusaha yang digunakan mana sukses memononopoli kegiatan bidang usaha lain, Slim miliki kedekatan dengan pemerintah lalu tersandung beberapa skandal suap yang mana yang tak pernah diusut dengan tuntas. Namun, Slim tak mau ambil pusing.

“Ketika Anda hidup demi opini orang lain, Anda sudah mati. Saya tiada ingin hidup memikirkan bagaimana saya akan dikenang,” ujar Slim dalam salah satu wawancaranya dengan Forbes pada 2007 lalu.

Bersambung ke halaman berikutnya…

Kolektor Seni juga Filantropis

BACA HALAMAN BERIKUTNYA


HALAMAN:
1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *