7 Penerbangan Dialihkan Imbas Kebakaran TPA Dekat Bandara Soetta

7 Penerbangan Dialihkan Imbas Kebakaran TPA Dekat Bandara Soetta

Perusahaan Umum Lembaga Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) alias AirNav mengumumkan sejumlah  pada Bandara Internasional Soekarno-Hatta terganggu imbas kebakaran yang mana hal itu terjadi di tempat dalam Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing, Kota Tangerang.

Lokasi TPA ini terletak 2,5 kilometer sebelah barat Bandara. Kebakaran yang dimaksud mana terjadi pada Sabtu (20/10) sekitar pukul 14.30 WIB ini menimbulkan asap tebal lalu juga mengganggu pandangan pada bandara.

“Kebakaran yang digunakan disebut telah lama lama menghasilkan asap yang mana dimaksud cukup tebal kemudian mempengaruhi jarak pandang dalam proses pendaratan penerbangan di dalam tempat Bandara Internasional Soekarno-Hatta,” ujar Sekretaris Perusahaan Airnav Indonesia Hermana Soegijantoro dalam keterangan resmi, Minggu (22/10).

Hermana menyebut pihaknya juga telah terjadi dilaksanakan melakukan langkah mitigasi dengan menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) nomor A3092-23. NOTAM hal yang disebut diterbitkan untul memberikan pemberitahuan kepada seluruh penerbangan guna menjaga keselamatan, keamanan, keteraturan penerbangan, lalu mengurangi prospek keterlambatan pada dalam bandara.

Selain itu, AirNav juga sudah pernah dijalani mengatur kedatangan kemudian keberangkatan penerbangan dari juga menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan mempertimbangkan arah asap, yang digunakan sangat tergantung pada kondisi angin.

Total 7 maskapai terdampak oleh kebakaran yang tersebut mana terjadi dalam dalam TPA Rawa Kucing, hingga pernyataan ini ditulis, yakni:- 06.58 UTC BTK6345 WAHI-WIII DIVERT TO WAHI- 0800 UTC LNI779 WAAA-WIII DIVERT TO WAHI- 0805 UTC BTK6595 WARR-WIII DIVERT TO WAHI- 08.10 ANA855 RJTT 0143-WIIII DVT TO WSSS ATA 1001- 0833 UTC GIA879 RKSI-WIII DIVERT TO WIPP- 0900 UTC GIA713 YSSY – WIII DIVERTED TO WAHI- 0922 LNI637 WIGG-WIII DIVERT TO WIPP.

Lebih lanjut, AirNav juga berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, serta Geofisika (BMKG), stasiun meteorologi Bandara CGK, untuk memperbarui informasi mengenai prediksi arah angin dalam satu minggu ke depan guna mengantisipasi banyaknya maskapai yang digunakan dimaksud terdampak.

“Selain itu, kami juga telah dilakukan dijalankan berkoordinasi mengenai skenario pengoperasian penerbangan heli water bombing oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menjaga keselamatan penerbangan sekaligus membantu upaya penanggulangan kebakaran yang digunakan hal itu dikerjakan oleh BNPB,” pungkas Hermana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *