Gigi ngilu setelah ditambal merupakan keluhan yang cukup umum dialami oleh sebagian orang setelah menjalani perawatan gigi. Rasa ngilu dapat muncul ketika mengonsumsi makanan atau minuman dingin, panas, manis, bahkan saat menggigit makanan. Kondisi ini sering kali menimbulkan kekhawatiran, terutama jika sebelumnya gigi terasa sakit dan diharapkan membaik setelah ditambal.
Pada dasarnya, gigi ngilu setelah ditambal tidak selalu menandakan adanya masalah serius. Dalam banyak kasus, sensitivitas tersebut merupakan respons sementara akibat proses perawatan. Namun, jika rasa ngilu berlangsung lama, semakin parah, atau disertai nyeri berdenyut, kondisi ini perlu diperiksa oleh dokter gigi untuk mengetahui penyebabnya.
Penyebab Gigi Ngilu Setelah Ditambal
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan gigi terasa ngilu setelah menjalani penambalan.
1. Sensitivitas sementara setelah perawatan
Proses membersihkan bagian gigi yang berlubang dan memasang bahan tambalan dapat menyebabkan jaringan gigi menjadi lebih sensitif untuk sementara waktu. Akibatnya, gigi mungkin terasa ngilu ketika terkena rangsangan suhu dingin atau panas.
Sensitivitas ini umumnya berangsur-angsur membaik dalam beberapa hari hingga beberapa minggu, tergantung pada kondisi awal gigi dan kedalaman lubangnya.
2. Lubang gigi cukup dalam
Jika lubang gigi sudah mencapai bagian dalam dentin dan mendekati pulpa, yaitu jaringan yang berisi saraf serta pembuluh darah, risiko sensitivitas setelah penambalan menjadi lebih tinggi. Meskipun lubang telah ditutup, jaringan di dalam gigi mungkin masih mengalami peradangan akibat kerusakan sebelumnya.
Pada kondisi tertentu, peradangan tersebut dapat pulih secara bertahap. Namun, jika kerusakan pulpa cukup berat, pasien mungkin membutuhkan perawatan lanjutan, seperti perawatan saluran akar.
3. Tambalan terlalu tinggi
Tambalan yang sedikit terlalu tinggi dapat menyebabkan gigi menerima tekanan berlebihan saat menggigit atau mengunyah. Kondisi ini biasanya ditandai dengan rasa sakit ketika gigi digunakan untuk menggigit makanan atau ketika kedua rahang dirapatkan.
Dokter gigi dapat memeriksa kontak gigitan dan menyesuaikan ketinggian tambalan jika diperlukan.
4. Peradangan saraf gigi
Pada beberapa kasus, gigi ngilu setelah ditambal disebabkan oleh peradangan pada pulpa. Gejalanya dapat berupa nyeri spontan, rasa sakit yang muncul pada malam hari, atau ngilu yang menetap setelah rangsangan panas maupun dingin dihilangkan.
Jika gejala tersebut terjadi, pemeriksaan dokter gigi diperlukan untuk menentukan apakah pulpa masih dapat pulih atau membutuhkan perawatan lebih lanjut.
5. Masalah pada tambalan
Tambalan yang retak, bocor, atau tidak menutup bagian gigi secara optimal juga dapat menyebabkan sensitivitas. Selain itu, kerusakan gigi yang masih tersisa atau muncul kembali di sekitar tambalan dapat menimbulkan keluhan serupa.
Berapa Lama Gigi Ngilu Setelah Ditambal?
Lama waktu pemulihan berbeda-beda pada setiap orang. Gigi dengan lubang kecil biasanya mengalami sensitivitas yang lebih ringan dan lebih cepat membaik dibandingkan gigi dengan lubang yang dalam.
Dalam kondisi normal, rasa ngilu dapat berkurang secara bertahap selama beberapa hari. Pada sebagian kasus, sensitivitas ringan dapat bertahan hingga beberapa minggu. Hal terpenting adalah memperhatikan perkembangannya: rasa ngilu seharusnya cenderung berkurang, bukan semakin berat.
Jika rasa sakit tidak membaik, semakin sering muncul, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter gigi.
Cara Mengatasi Gigi Ngilu Setelah Ditambal
Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi rasa ngilu setelah penambalan gigi.
1. Hindari makanan dan minuman pemicu ngilu
Untuk sementara waktu, hindari makanan atau minuman yang terlalu panas, terlalu dingin, terlalu manis, maupun terlalu asam. Pilih makanan dengan suhu sedang agar gigi tidak menerima rangsangan berlebihan.
2. Gunakan pasta gigi untuk gigi sensitif
Pasta gigi khusus gigi sensitif dapat membantu mengurangi respons terhadap rangsangan tertentu jika digunakan secara rutin sesuai petunjuk. Pilih sikat gigi berbulu lembut dan sikat dengan tekanan ringan.
3. Kunyah menggunakan sisi gigi yang tidak sensitif
Jika gigi yang baru ditambal terasa ngilu ketika mengunyah, hindari memberikan tekanan berlebihan pada bagian tersebut sampai keluhan membaik atau diperiksa oleh dokter gigi.
4. Jaga kebersihan gigi dan mulut
Tetap sikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluorida. Bersihkan sela-sela gigi dengan hati-hati agar sisa makanan tidak menumpuk di sekitar tambalan.
5. Jangan mengubah tambalan sendiri
Hindari mengikis, menekan, atau mencoba memperbaiki tambalan tanpa bantuan dokter gigi. Jika tambalan terasa mengganjal ketika menggigit, pemeriksaan profesional diperlukan untuk melakukan penyesuaian dengan aman.
Kapan Harus Kembali ke Dokter Gigi?
Gigi ngilu setelah ditambal sebaiknya diperiksa kembali apabila rasa sakit semakin parah, nyeri muncul tanpa pemicu, ngilu bertahan lama setelah terkena panas atau dingin, atau gigi terasa sakit ketika menggigit. Pemeriksaan juga diperlukan jika tambalan terasa longgar, pecah, atau mengganjal.
Apabila muncul pembengkakan pada gusi atau wajah, demam, maupun tanda infeksi lainnya, segera cari pertolongan medis. Pembengkakan yang menyebabkan kesulitan menelan atau bernapas merupakan kondisi darurat.
Kesimpulan
Gigi ngilu setelah ditambal dapat terjadi akibat sensitivitas sementara, lubang yang dalam, tambalan terlalu tinggi, atau peradangan saraf gigi. Keluhan ringan umumnya membaik secara bertahap, tetapi rasa sakit yang menetap atau semakin parah tidak boleh diabaikan.
Dengan menjaga kebersihan gigi, menghindari pemicu sensitivitas, dan melakukan pemeriksaan sesuai kebutuhan, penyebab keluhan dapat diketahui dan ditangani dengan tepat. Jika gigi tetap ngilu setelah ditambal, jangan ragu untuk kembali ke dokter gigi agar kondisi gigi dan tambalan dapat dievaluasi secara menyeluruh.